Pernah tidak, merasa bimbang harus menggunakan may be atau must be karena bentuk frasa yang mirip? Padahal, ada cara mudah untuk membandingkannya loh! Pelajari bersama di bawah ini, yuk!
Apa Perbedaan “May Be” dan “Must Be”?
Sebelum membahas kedua struktur tersebut, kamu bisa mudah menemukan perbedaannya melalui arti may dan must dalam bahasa Indonesia:
| Jenis Kata | May | Must |
| Verb | Mungkin; boleh | Harus; Pasti |
| Noun | Bulan Mei | Barang wajib |
May dan must merupakan modal verb, atau kata kerja bantu yang diikuti kata kerja dasar untuk mengekspresikan kemungkinan, keharusan, izin, saran, dan kemampuan.
Arti dan Fungsi “May Be” dalam Kalimat
May be dalam bahasa Indonesia bermakna mungkin atau bisa jadi. Frasa ini digunakan untuk menyatakan situasi dan kondisi berdasarkan fakta umum yang diketahui, tapi belum ada bukti kuat. May be sama dengan might be, namun beda tingkat kepastiannya.
May be → kemungkinan terjadi, lebih mungkin terjadi
Might be → kemungkinan kecil (kurang mungkin terjadi); kurang meyakinkan, tapi mungkin terjadi
Perhatikan struktur kalimat menggunakan may be di bawah ini:
- May be + Adjective
Contoh:
She may be tired after the project closing ceremony. (Dia mungkin capek setelah acara penutupan proyek itu.)
Your boyfriend might be jealous of your classmate. (Pacarmu bisa jadi cemburu karena teman sekelasmu.)
- May be + V-ing
Contoh:
The teacher may be scoring the test now. (Gurunya mungkin sedang menilai tesnya sekarang.)
My father might be working late. (Ayahku mungkin kerja lembur.)
- May be + phrase
Contoh:
They may be in the meeting now. (Mereka mungkin sedang di pertemuan itu sekarang.)
She might be the right person for this job. (Dia bisa jadi orang yang tepat untuk pekerjaan ini.)
- May be + Adverb
Contoh:
His car is gone, so he may be there already. (Mobilnya tidak ada, dia mungkin sudah ada di sana.)
The actress might live nearby. (Artis itu mungkin tinggal di dekat sini.)
Baca Juga: Mini Simulasi TOEFL Structure Bagian 2 dan Pembahasan Lengkap
Arti dan Fungsi “Must Be” dalam Kalimat
Must be dalam bahasa Indonesia berarti pasti. Frasa ini menyatakan situasi dan kondisi dengan tingkat kepastian tinggi karena ada bukti kuat dan logis. Penerapan must be dalam kalimat cukup serupa dengan may be.
- Must be + Adjective
Contoh:
His mother must be sad because of his words. (Ibunya pasti sedih karena kata-katanya.)
The students must be excited about the field trip. (Para siswa pasti sangat antusias dengan kunjungan lapangan ini.)
- Must be + V-ing
Contoh:
You must be joking. (Kamu pasti bercanda.)
She must be overthinking her final test grades. (Dia pasti terlalu memikirkan nilai ujian akhirnya.)
- Must be + phrase
Contoh:
Judging by his attire, that man must be a contractor. (Dilihat dari pakaiannya, laki-laki itu pasti seorang kontraktor.)
The boss must be in his office. (Si bos pasti ada di ruang kantornya.)
- Must be + Adverb
Contoh:
The parents must be inside. (Orang tua itu pasti ada di dalam.)
It must be showtime now. (Pasti saatnya pertunjukan dimulai sekarang.)
Kesalahan Umum
May be sering tertukar dengan maybe, meski artinya sama-sama mungkin. Namun, maybe adalah satu kata sebagai adverb (kata keterangan). Sementara itu, may be merupakan frasa kata kerja (verb phrase).
May Be vs Maybe
Sebagai adverb, kata maybe memiliki makna yang sama dengan perhaps. Kedua kata ini bisa digunakan bergantian tanpa mengubah makna atau struktur kalimat. Oleh karena itu, cara paling mudah untuk mengetahui apakah kita sudah tepat menggunakan maybe atau may be yaitu dengan mengganti kata/frasa tersebut dengan perhaps.
Contoh:
Maybe I should call her.
Perhaps I should call her. (Mungkin aku harus menelponnya.)
→ Struktur kalimat tepat.
a) He maybe confused. → kurang to be “is”, namun kalimat terdengar kurang natural
b) He perhaps confused. → kurang to be “is”, namun kalimat terdengar kurang natural
c) He may be confused. → Struktur kalimat tepat.
Cara lainnya yaitu dengan mengamati letak maybe dan may be di dalam kalimat. Kata keterangan maybe dan perhaps biasanya terletak di awal atau di akhir kalimat, sedangkan may be biasanya terletak setelah Subject.
Contoh:
Maybe he is confused. → natural
He is maybe confused. → kurang natural
He may be confused → natural
Selain itu, kita bisa memberikan respon terhadap pernyataan orang lain dengan satu kata: Maybe. Namun, may be tidak bisa berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari Verb Phrase di dalam kalimat.
Contoh:
A: Do you think it’s going to rain? (Apakah menurutmu akan turun hujan?)
B: Maybe. (Mungkin.)
Must Be vs Must Have Been
Must be sering disalahartikan dengan must have been/must’ve been. Sederhananya, must be mengacu pada situasi saat ini, dan must have been untuk situasi di masa lampau.
Contoh:
She sleeps all day, she must’ve been tired. (Dia tidur seharian, dia pasti kecapekan.)
→ Sudah kecapekan di waktu lampau yang mengakibatkan tidur seharian.
He must’ve been good at roleplaying. (Dia pasti jago dalam bermain peran.)
→ Berdasarkan bukti di masa sekarang, pembicara menyimpulkan kalau ia pasti dulunya (di masa lalu) ahli bermain peran.
Baca Juga: Latihan TOEFL Reading Level Dasar untuk Pemula Bagian 1
Kesimpulan
Meski memiliki struktur frasa yang mirip, may be dan must be menyatakan kemungkinan yang berbeda. Agar kamu tidak bingung kapan harus menggunakan may be atau must be dengan tepat, perhatikan konteks dan situasinya, ya!


