Dalam bahasa Inggris,sebuah kata bisa memiliki beberapa makna yang berbeda. Nah, hal ini sering terjadi saat memakai kata “Like” dalam percakapan atau tulisan. Sebagai contoh, penggunaan kata like pada “I like” dan “I am like” memiliki arti yang jauh berbeda. Apakah kamu telah menggunakan kata “Like” dengan tepat atau belum? Cek dan pelajari bersama di artikel ini, yuk!
Apa bedanya I Like dan I am Like?
Kata “Like” sebenarnya memiliki arti yang cukup beragam, tergantung kelompok katanya.
- Sebagai Verb (kata kerja): Menyukai, gemar, menikmati
- Sebagai Preposition (preposisi) & Adjective (kata sifat): Seperti, mirip
- Sebagai Conjunction (kata hubung): Sepertinya, seakan-akan
- Sebagai Noun (kata benda): Kesukaan, hal serupa (the likes)
Struktur frasa yang berbeda akan memberikan arti yang berbeda juga. Perhatikan tabel perbandingan di bawah ini:
| I Like… He Likes… | I am Like… He is Like… | |
| Arti | Aku suka… Dia menyukai… | Aku seperti… Dia seperti… |
| Struktur Kalimat | S + V | S + Linking Verb + Preposition |
Kapan Kita Bisa Mengatakan “I Like”?
“I like” digunakan ketika kamu ingin membicarakan tentang hal seperti orang, benda, atau kegiatan yang kamu sukai.
Like + Noun Phrase
Contoh:
I like comic books. (Aku suka buku komik.)
She likes science. (Dia menyukai sains.)
They liked my cooking. (Mereka menyukai masakanku.)
Like + to-infinitive
Contoh:
I like to go running every morning. (Aku suka berlari setiap pagi.)
My grandmother liked to knit sweaters. (Nenekku suka merajut sweater.)
That group likes to skip the class. (Kelompok itu suka bolos kelas.)
Like + Verb-ing
Contoh:
I liked binge-watching movies. (Aku suka menonton film secara maraton.)
My English teacher likes telling jokes.(Guru Bahasa Inggrisku suka menceritakan lelucon.)
Baca Juga: Mini Simulasi TOEFL Structure Bagian 1 dan Pembahasan Lengkap
Kapan Kita Bisa Mengatakan “I am Like”?
Like juga memiliki arti “seperti”. Frasa “I am like” dapat diartikan “aku seperti”. Frasa ini berfungsi menjelaskan kemiripan sesuatu terhadap benda lainnya. Kata lain yang dapat digunakan bersama like yang berarti “seperti” yaitu a bit, just, very, so, dan more.
Selain menggunakan pola “linking verb (to be) + like”, kita juga bisa menggunakan linking verb seperti sound, feel, taste, seem, sebelum like. Perhatikan pola lengkap penggunaan like sebagai preposition yang bermakna “seperti” di bawah ini.
Linking Verb + Like + Noun Phrase
Contoh:
I am like an open book. (Aku seperti buku yang terbuka.) → Artinya, aku mudah dimengerti.
They were more like a pack of wolves. (Mereka lebih menyerupai sekumpulan serigala.)
It sounds like a cat. (Ia terdengar seperti kucing.)
Linking Verb + Like + Pronoun
Contoh:
I am just like her. (Aku benar-benar mirip dia).
You were like him when he was young. (Kamu seperti dia saat dia masih muda.)
You sound just like her. (Kamu terdengar persis sepertinya.)
Linking Verb + Like + Gerund Phrase
Pola ini biasanya digunakan untuk menyatakan sesuatu dengan cara yang terdengar puitis.
Contoh:
I am like trying to scoop water with a fork. (Aku seperti mencoba menyendok air dengan garpu.)
She was like hanging by a thread. (Dia seperti bergantung pada seutas benang.)
My teacher is like unlocking a side of my brain I never knew existed. (Guruku seperti membuka sisi otakku yang sebelumnya tidak pernah aku ketahui keberadaannya.)
Baca Juga: Simulasi Soal TOEFL Reading Comprehension Nomor 1-10
Dalam konteks informal, “Like” juga bisa digunakan untuk menggantikan as / as if / as though (seperti, seolah-olah, seakan-akan).
Linking Verb + Like + Clause
Contoh:
It seems like no one cares about her. (Sepertinya tidak ada seorang pun yang peduli padanya.)
It sounds like you have been through a lot. (Kedengarannya kamu sudah melalui banyak hal.)
It feels like the world is coming to an end. (Rasanya seolah-olah dunia akan berakhir.)
“Like” juga digunakan sebagai filler percakapan sehari-hari untuk menjelaskan ekspresi dan agar terdengar lebih natural.
Contoh:
I look at the qualifications, and I am like, “No way a person would apply for this job!” (Aku melihat kualifikasinya, dan aku berpikir, “Nggak mungkin ada orang yang mau melamar pekerjaan ini!”)
My parents looked at me, and they were like, “Not again.” (Orang tuaku melihatku, dan mereka kayak, “Duh, diulangin lagi.”)
Kesimpulan
“I like” dan “I am like” sekilas tampak sama, padahal memiliki arti yang berbeda. Tidak jarang, banyak orang Indonesia masih salah menggunakan “I am like you” untuk menyampaikan “Aku suka kamu.”
Mungkin kamu pernah melakukan kesalahan ini. Tapi karena sekarang kamu sudah mempelajari dan memahami perbedaan I Like dan I am Like, ayo coba terapkan dalam percakapan sehari-hari!


